KENAIKAN TITIK DIDIH & PENURUNAN TITIK BEKU




            Kenaikan titik didih dan penurunan titik beku dapat dijelaskan dengan cara menafsirkan diagram PT. Diagram PT adalah grafik yang menggambarkan hubungan antara tekanan dan suhu. Biasanya, besar tekanan berbanding lurus dengan suhu. Dengan kata lain makin besar suhu makin besar tekanannya. Temperatur yang menyebabkan tekanan uap jenuh cairan sama dengan tekanan luar disebuttitik didih. Pada saat itu, di seluruh bagian cairan terbentuk gelembung gas yang mampu mendorong dirinya menuju permukaan berubah menjadi fase gas. Dengan demikian, titik didih suatu cairan bergantung pada tekanan luar.
            Pada saat tekanan luar sebesar 1 atm, air mendidih pada suhu 100 oC. Di puncak gunung, tentu titik didih air kurang dari 100 oC. Biasanya, titik didih air dikatakan sama dengan 100 oC, yaitu titik didih pada tekanan luar sama dengan 1 atm disebut titik didih normal.
             
Pada gambar dijelaskan bahwa wujud zat ada 3 yaitu padat, cair, dan gas. Ketiganya dipisahkan oleh garis-garis yang menyatakan batas dari ketiga zat tersebut. Garis yang memisahkan antara fase cair dan gas disebut garis kesetimbangan fase cair-gas. Sebuah pelarut dapat mendidih sepanjang garis tersebut yang dilambangkan dengan simbol Tb0. Sedangkan titik didih zat terlarut berada di bawah garis pelarut yang dilambangkan dengan simbol Tb. Larutan mempunyai tekanan uap lebih rendah dari pada pelarut murninya (dalam hal ini air) yang dinyatakan sebagai ΔP maka garis didih dan garis beku larutan berada di bawah garis didih dan garis beku pelarutnya.Penurunan tekanan uap (ΔP) tersebut berpengaruh terhadap titik didih dan titik beku larutan.Kita dapat lihat titik didih larutan lebih tinggi daripada titik didih pelarut. Pada saat memanaskan air apabila tekanan belum 1 atm dan temperatur sudah 100 oC air belum akan mendidih sehingga harus dipananaskan lagi hingga tekanannya mencapai 1 atm. Selisih antara titik didih larutan dam titik didih pelarut disebut kenaikan titik didih (∆Tb). Secara matematis rumusnya :
∆Tb = Tb – Tb0
            Adapun kebalikan dari titik didih yaitu titik beku. Adapun titik beku suatu larutan adalah temperatur pada saat tekanan uapnya sama dengan tekanan uap pelarutnya. Garis yang memisahkan antara fase padat dan fase cair disebut garis kesetimbangan fase padat-cair. Pelarut membeku bila berada di sepanjang garis tersebut. Titik beku pelarut dilambangkan dengan simbol Tf0 dan titik didih larutan dilambangkan dengan simbol Tf. Karena tekanan uap larutan lebih rendah dari pelarutnya maka larutan belum membeku pada temperatur 0 0C. Oleh karena itu temperatur harus diturunkan agar larutan dapat membeku. Jika temperatur terus diturunkan, suatu saat pelarut akan membeku (berubah menjadi pelarut padat). Penurunan tekanan uap pada pelarut padat lebih cepat daripada pelarut cair akibatnya pada temperatur dibawah titik beku pelarut terjadi kesetimbangan tekanan uap larutan dengan uap pelarut padat. Pada saat seperti itu pelarut akan membeku sedangkan zat terlarutnya masih dalam fase cair. Hal itu menyebabkan larutan menjadi semakin pekat sehingga titik bekunya makin rendah. Dengan kata lain larutan tidak memiliki titik beku tetap. Hal ini menyebabkan pengertian titik beku larutan harus didefinisikan lagi.
            Definisi dari titik beku larutan adalah temperatur pada saat membeku.Selisih antara titik beku pelarut dengan titik beku larutan disebut penurunan titik beku(∆Tf). Secara matematis dapat dirumuskan :
∆Tf = Tf – Tf0
            Garis yang memisahkan antara fase gas dan fase padat disebut garis kesetimbangan fase gas-padat. Perubahan wujud zat yang terjadi dari wujud padat ke wujud gas disebut menyublim.      
Sedangkan titik pertemuan antara ketiga garis tersebut disebut titik triple. Titik triple merupakan titik perpotongan antara fase padat, fase cair, fase gas. Pada titik tersebut fase padat, fase cair, dan fase gas berada dalam kondisi kesetimbangan. Titik triple air terjadi pada temperatur 0.0099 0C dan tekanan 0,006 atm.
            Kenaikan titik didih dan penurunan titik beku berbanding lurus dengan molalitas larutan. Semakin besar molalitas semakin besar kenaikan titik didihnya dan penurunan titik bekunya. Hubungan ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
∆Tb = Kb x m                                                                 ∆Tf = Kf x m
∆Tb= Kenaikan titik didih (0C/K)       Kf = tetapan penurunan titik beku (0C m-1)
∆Tb= penurunan titik beku(0C/K)       m = molalitas zat
Kb = tetapan titik didih molal (0C m-1)
Kenaikan titik didih dan penurunan titik beku dapat digunakan untuk menentukan massa molekul relatif zat (Mr).

0 comments:

Post a Comment

Follow by Email

Total Visitors

About Me

My Photo
Amlapura, Karangasem, Bali, Indonesia
Blog ini berisi kumpulan tugas saya. Bila ada suatu hal yang salah mohon diluruskan, karena saya masih dalam tahap belajar.

Blog Archive

DWIJA. Powered by Blogger.