DIMENSI HAKEKAT MANUSIA


Memahami Dimensi Hakekat Manusia
Indikator :
1.1  Menjelaskan dimensi manusia
1.2  Menjelaskan dimensi manusia Indonesia yang Pancasilais
Materi 1.1 Dimensi Manusia
Ada 3 hakikat manusia yang akan kami jelaskan diantaranya hakikat manusia dengan dimensi keindividualan, kesusilaan dan kesosialan. Disini kami mengambil beberapa refrensi untuk pengertian dari materi yang kami bahas.
  1. Hakikat Manusia Dengan Dimensi Keindividualan
Manusia adalah mahluk yang serba terhubung dengan masyarakat lingkungannya, dirinya sendiri, dan tuhan.
Menurut (http://pakguruonline.pendidikan.net/buku_tua_pakguru_dasar_kpdd_12.html)
Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial.


Menurut pendapat Dr.A. Lysen (http://iki-saiin.blogspot.com/2012/08/manusia-sebagai-makhluk-individu.html)  individu berasal dari bahasa latin
individum, yang artinya tak terbagi. Kata individu merupakan sebutan yang dipakai untuk meyatakan satu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata individu bukan berarti manusia secara keseleruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan terbatas, yaitu perseorangan manusia.
  1. Hakikat Manusia Dengan Dimensi Kesusilaan
Dimensi Kesusilaan menurut Dery Indra Gandi (http://sites.google.com/site/deryindragandi/)
Susila berasal dari kata su dan sila yang artinya kepantasan lebih tinggi. Kesusilaan dapat diartikan juga mencangkup etika (persoalan kebaikan) dan etiket (persoalan kepantasan dan kesopananan).
Menurut Drijarkara mengartikan manusia susila sebagai manusia yang memiliki nilai-nilai, mengahayati, dan melaksanakan nilai-nilai tersebut dalam perbuatan (Drijarkara, 1978:36-39.)
  1. Hakikat Manusia Dengan Dimensi Kesosialan
Dimensi Kesosialan menurut (www.scribd.com/doc/104474741/hakikat-Dan-Peranan-Manusia) Hakikat Manusia Sebagai Makhluk SosialManusia sebagai makhluk sosial adalah manusia yang senantiasa hidup dengan manusia lain (masyarakatnya). Ia tidak dapat merealisasikan potensi hanya dengan dirinya sendiri. Manusia akan membutuhkan manusia lain untuk hal tersbut, termasuk dalam mencukupi kebutuhannya.Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat,selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya.
Menurut M.J.Langeveld (M.J.Langeveld,1955:54) setiap bayi yang lahir dikaruniai potensi sosialitas. Pernyataan tersebut diartikan bahwa setiap anak dikaruniai benih kemungkinan untuk bergaul. Artinya setiap orang dapat saling berkomunikasi yang pada hakikatnya didalamnya terkandung unsure saling memberi dan menerima. Bahkan menurut Langeveld, adanya kesediaan untuk saling memberi dan menerima itu dipandang sebagai kunci sukses pergaulan.
Materi 1.2 Dimensi Manusia Indonesia yang Pancasilais
Menurut(petanidakwahmenulis.blogspot.com/2009/01/menjadi-manusia-pancasila.html) Seseorang bisa dikatakan sebagai manusia Pancasila jika mampu membawakan dirinya pada posisi yang tepat, sesuai kewajiban dan haknya. Manusia Pancasila harus mampu menempatkan dirinya menjadi rekan sesama manusia sekaligus menjadi hamba Tuhan pada saat yang bersamaan. Esensi dari Pancasila adalah perpaduan antara nilai-nilai kemanusiaan dan sifat ke-Tuhanan. Ada satu hal yang tidak boleh dilupakan, bahwa sifat Pancasila dari seseorang adalah abadi (jangan dibaca kekal). Artinya seseorang tidak selamanya (kekal) menjadi manusia Pancasila.
Pengembangan Manusia Indonesia yang Pancasilais dapat kita wujudkan salah satunya lewat proses pembelajaran yang diemban oleh institusi sekolah sebagai penyelenggara pendidikan. Kegiatan pendidikan di sekolah tidak boleh direduksi sebagai kegiatan pemberian pengetahuan atau informasi serta pembekalan keterampilan semata. Kurikulum pembelajaran yang diberlakukan di sekolah harus pula memuat proses penanaman nilai-nilai Pancasilais untuk menumbuhkembangkan karakter positif pada diri peserta didik dan generasi muda. Untuk menumbuhkembangkan karakter Pancasilais dalam diri anak didik, maka proses pendidikan di sekolah semestinya menghadirkan nilai-nilai Pancasila dalam semua kegiatannya. Pancasila hendaknya tidak hanya menjadi bagian penting dalam materi pembelajaran PKN, yang hanya bersifat pemberian pengetahuan yang harus dihapalkan untuk selanjutnya diuji dalam selembar kertas. Pembelajaran nilai-nilai Pancasila harus menjadi bagian yang terintegrasi ke dalam seluruh aktivitas pembelajaran dan penciptaan lingkungan sekolah. Dengan begitu akan tercipta dan berkembang manusia Indonesia yang Pancasilais. Proses pengembangan manusia Indonesia yang Pancasilais hendaknya dimulai dari jenjang pendidikan. Dimulai dari hal-hal yang sederhana, seperti mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. (http://kristienyuliarti.wordpress.com/2009/04/23/melahirkan-generasi-Pancasilais-lewat-proses-pembelajaran/)
Pengembangan manusia Indonesia yang Pancasilais dapat juga kita kembangkan dengan membentuk moral bangsa indonesia agar berjiwa Pancasilais, intinya adalah kesetiaan warga negara Indonesia dalam sikap dan tindakan, yakni menghayati, mengamalkan dan mangamankan. Kesetiaan ini akan semakin sempurna jika mengakui dan meyakini kebenaran, kebaikan dan keunggulan Pancasila kita pertahankan dan pegang teguh sepanjang masa.Mengamalkan pancasila dalam kehidupan sehari hari, itulah konsep manusia Indonesia yang Pancasilais. (http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20111212001249AApkT3d)

Rangkuman Materi
Rangkuman dari materi diatas yaitu bahwa ada tiga hakikat manusia yaitu manusia dengan dimensi keindividualan, manusia dengan dimensi kesusilaan, dan manusia dengan dimensi kesosialan. Dimana definisi dari beberapa referensi dari yang kami dapat, dapat disimpulkan bahwa hakikat manusia dengan dimensi keindividualan berarti manusia dalam hal ini dinyatakan sebagai mahkluk individu. Dimana individu berasal dari dua kata yaitu in dan devide yang berarti tidak dapat dibagi bagi. Disini dimensi keindividualan merupakan sebutan yang dipakai untuk meyatakan satu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata individu bukan berarti manusia secara keseleruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan terbatas, yaitu perseorangan manusia.
Kemudian hakikat manusia dengan dimensi kesusilaan berarti manusia dalam hal ini dinyatakan sebagai mahkluk susila. Dimana susila berasal dari dua kata su dan sila yang berarti peraturan yang baik yang memenuhi tata aturan atau norma yang berlaku di masyarakat. Dalam dimensi kesusilaan ini diharapkan manusia dapat memiliki etika dan etiket serta tingkah laku yang baik.
Kemudian hakikat manusia dengan dimensi kesosialan dimana kita semua tahu bahwa mahkluk social adalah makhluk yang tidak dapat hidup sendiri dan perlu orang-orang disekitarnya untuk saling membantu dan bersosialisasi. Manusia dengan dimensinya sebagai makhluk social akan selalu hidup bersama dengan manusia yang lainnya, bergaul, berkomunikasi dan mampu menempatkan dirinya menjadi rekan sesame manusia yang dapat bersosialisasi.
Pengembangan dimensi manusia yang Pancasilais, seseorang dapat dikatakan sebagai manusia yang Pancasilais apabila dapat menempatkan dirinya pada posisi yang tepat, sesuai dengan kewajiban dan haknya. Manusia yang Pancasilais dapat dikembangakan salah satunya lewat proses pembelajaran disekolah. Dimana pembelajaran tentang nilai-nilai Pancasila harus menjadi bagian yang terintegrasi kedalam seluruh aktifitas pembelajaran dan penciptaan lingkungan sekolah. Pengembangan manusia Indonesia yang Pancasilais dapat juga dikembangkan dengan membentuk moral bangsa Indonesia agar berjiwa Pancasilais, intinya warga Negara Indonesia mempunyai kesetiaan pada dasar Negara Indonesia yaitu Pancasila.


DAFTAR PUSTAKA
Indra Gandhi, Dery. 2011. Dimensi Hakikat Manusia. Tersedia pada http://sites.google.com/site/deryindragandi/. Diakses pada tanggal 5 September 2012.
Pak Guru Online. 2011. Psikologis Pendidikan. Tersedia pada http://pakguruonline.pendidikan.net/buku_tua_pakguru_dasar_kpdd_12.html. Diakses pada tanggal 5 September 2012.
Dr. Lysen, A. 2012. Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Sosial. Tersedia pada http://iki-saiin.blogspot.com/2012/08/manusia-sebagai-makhluk-individu.html. Diakses pada tanggal 5 September 2012.
Abdulah, Gufron. 2012. Hakikat dan Peranan Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Sosial. Tersedia pada www.scribd.com/doc/104474741/hakikat-Dan-Peranan-Manusia. Diakses pada tanggal 5 September 2012.
Langeveld, M.J. 1955. Beltnopte Theoritischc Paedagogick. J.B.W.
Petani Dakwah Menulis. 2009. Menjadi Manusia Pancasila. Tersedia pada petanidakwahmenulis.blogspot.com/2009/01/menjadi-manusia-pancasila.html. . Diakses pada tanggal 5 September 2012.
Yuliarti, Kristien. 2009. Melahirkan Generasi Pancasilais Lewat Proses Pembelajaran. Tersedia pada  (http://kristienyuliarti.wordpress.com/2009/04/23/melahirkan-generasi-Pancasilais-lewat-proses-pembelajaran/. Diakses pada tanggal 5 September 2012


0 comments:

Post a Comment

Follow by Email

Total Visitors

About Me

My Photo
Amlapura, Karangasem, Bali, Indonesia
Blog ini berisi kumpulan tugas saya. Bila ada suatu hal yang salah mohon diluruskan, karena saya masih dalam tahap belajar.

Blog Archive

DWIJA. Powered by Blogger.